Tentang Kami

Kenalan dengan Kacang Ayam & Sejarahnya

Kenalan dengan Toko Cahaya

Sejak pertama kali berdiri pada tahun 1905, Cahaya telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner khas Makassar. Dari generasi ke generasi, toko ini terus berinovasi hingga akhirnya dikenal luas sebagai Toko Cahaya Oleh-Oleh, pelopor camilan legendaris yang masih dicintai hingga kini.

Kacang Ayam Milestone

Tahun 1905

Kacang Ayam berawal dari usaha keluarga yang didirikan oleh The Tjang King di bawah PT Soei Hien Hoo, dengan merek Koeda Tarek Pedatie. Produk awalnya meliputi Kacang Asin, Langkoseng, Kacang Wangi, dan Kacang Manis, beberapa di antaranya tetap menjadi favorit hingga kini. Usaha ini berlokasi di kawasan pecinan Makassar, tepatnya di Tempelstraat (kini Jalan Sulawesi).

03_Milestone_KacangAyam_Web

Tahun 1926​

Usaha diteruskan oleh generasi kedua, The Tjeng Tjoan, yang memperluas produk menjadi berbagai camilan berbasis kacang seperti teng-teng kacang, kembang gula, kue tepung beras, hingga minyak kacang. Saat itu, produk masih dijual di pasar malam sebelum akhirnya tersedia di toko.

Tahun 1972-1973

Diluncurkannya Kacang Telooor, kacang tanah pilihan yang dibalut adonan tepung berbumbu dan telur, digoreng hingga renyah—menjadi salah satu inovasi khas pada masanya.

Merek berganti menjadi Kacang cap Ayam, disertai pembaruan kemasan dari kertas minyak menjadi plastik untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk.

Tahun 1977

Lahirnya produk legendaris Kacang Disco, oleh-oleh khas Makassar yang terinspirasi dari tren film Saturday Night Fever (John Travolta). Perpaduan rasa gurih dan manisnya menjadi ciri khas hingga kini.

Tahun 1978

Diluncurkan Kacang Rempah, dengan cita rasa rempah Nusantara yang khas.

Tahun 1993

Peluncuran produk Kacang Emas, menambah variasi camilan berbasis kacang.

Tahun 1995

Hadir Kacang Disco Putih, yang kini lebih dikenal sebagai Kacang Iput.

Tahun 2000-an

Diversifikasi produk berlanjut dengan hadirnya Bulato, yang kemudian berevolusi menjadi Turtos Bulato, serta varian Kerupuk Bawang.

Tahun 2010-an

Kacang Iput dikembangkan dalam berbagai varian rasa seperti Iga Bakar Pedas dan Jagung Manis.

Tahun 2020-an

Kacang Ayam memperkenalkan Turtos Fries dan Kerupuk Pangsit Udang, memperkuat posisinya sebagai merek camilan dan oleh-oleh khas Makassar yang terus berinovasi lintas generasi.

Salah satu produk yang paling melekat dengan nama Cahaya adalah Kacang Ayam. Camilan ini bukan sekadar makanan ringan, tetapi simbol rasa lokal Makassar yang gurih, renyah, dan tahan lama. Dari resep asli keluarga hingga berbagai varian rasa modern, Kacang Ayam selalu menjadi pilihan utama wisatawan maupun masyarakat lokal sebagai buah tangan khas kota ini.

Komitmen Kami pada Kualitas & Keamanan

Kami memastikan setiap produk Kacang Ayam diproduksi dengan standar terbaik, telah mendapatkan sertifikasi HALAL dan izin resmi dari BPOM. Karena bagi kami, rasa enak harus selalu sejalan dengan kualitas yang aman dan terpercaya.